Dengan tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya”, upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh jajaran perwira dan seluruh personel Polres. Suasana khidmat tampak sejak awal, ketika bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh kehormatan oleh tiga personel Polres Pasaman Barat.
Setelah penaikan bendera, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Pembacaan ini menjadi momen refleksi bersama terhadap nilai-nilai dasar negara yang telah mengakar sebagai fondasi persatuan bangsa.
“Pembacaan teks Pancasila adalah pengingat segenap civitas Polri bahwa cita-cita para pendiri bangsa harus terus dijaga dan diamalkan dalam setiap tugas serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres yang membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menegaskan bahwa Pancasila merupakan rumah besar bagi keberagaman Indonesia, yang mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda.
“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” demikian kutipan sambutan Yudian Wahyudi yang dibacakan oleh Kapolres Pasaman Barat.
Lebih lanjut, amanat tersebut menekankan bahwa dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Melalui Asta Cita, secara khusus ada panggilan untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam semua dimensi kehidupan, mulai dari sektor pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital yang kini semakin masif.
“Revitalisasi Pancasila tidak sebatas upacara atau seremoni, tetapi harus merasuk ke praktik sehari-hari,” tegas AKBP Agung menegaskan pesan BPIP.
Dalam konteks pendidikan, amanat tersebut menegaskan perlunya menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, bukan hanya melalui kurikulum formal, tetapi juga melalui praktik keseharian di sekolah dan universitas.
“Sekolah dan perguruan tinggi harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan kuat dalam integritas moral,” lanjut kutipan amanat yang dibacakan.
Hal ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga berlandaskan pada semangat kebersamaan dan toleransi.
Hadir dalam upacara tersebut Wakapolres Pasaman Barat Kompol Chairul Amri Nasution, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polres Pasaman Barat, jajaran Kapolsek, serta para perwira dan anggota Polres. Sebelum menutup rangkaian upacara, AKBP Agung Tribawanto mengajak seluruh peserta untuk terus menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah tugas Kepolisian dan kehidupan bermasyarakat, sehingga semangat “Menuju Indonesia Emas” tidak hanya menjadi slogan, melainkan wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.(suwandi)













































