Liputan106.com | Pelalawan, Sebuah Kota berkembang banyak masalah yang ditimbulkan yakni salah satunya berupa masalah sampah, dimana semakin pertambahan penduduk tentunya semakin bertambah sampah rumah tangga.
Sampah mempunyai nilai ekonomis berupa sampah organik dan sampah Anorganik yang bisa di daur ulang kembali menjadi pupuk kompos dan bisa berlreasi melalu Bank Sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Eko Novita ST saat dikonfirmasi awak media diruang kerja menyampaikan bahwa memang sebuah kota berkembang dengan jumlah penduduk yang bertambah tentunya jumlah sampah yang di hasilkan dari sampah rumah tangga semakin meningkat.
Dalam mengatasi sampah, Dinas Lingkungan Hidup sudah mempunyai Tempat Penampungan Akhir (TPA). Kabid Persampahan Jhon Sro menambah untuk daya dukung dan daya tampung itu sendiri masih minim, dimana kondisi armada kendaraan untuk mengangkut sampah kita sudah lama dan juga sedikit.
Karena dengan jumlah pertambahan penduduk khususnya di Ibukota Pangkalan Kerinci dengan adanya perusahaan-perusahaan, maka tingkat pertumbuhan sampah masyarakat meningkat dimana sampah untuk satu harinya mencapai diangka 66 Ton perhari untuk di Ibukota Pangkalan Kerinci.
Dalam untuk pengurangan sampah di Tempat penampungan akhir, kita mempunyai Inovasi berupa Bank Sampah, pembuatan pupuk kompos dan lain sebagai untuk mengurangi sampah yang masuk di Tempat Penampungan Akhir.
Upaya mengatasi sampah kita juga sudah mengeluarkan surat edaran No. 660.1/DLH.PSB3LB3/2021.01 tentang kebersihan dan keindahan selaras dengan Program Bupati H Zukri Misran Dan Wakil Bupati Nasarudin SH. MH dengan moto ” Pelalawan Bersih Dan Indah“. Terang Kadis LH Pelalawan Eko Novita ST (Sur)














































