Imbas Kasus SPPD Fiktif Ratusan Miliar,Plt Gubernur Riau Mutasi Massal 307 Pegawai DPRD Riau ini keteranganya

,Liputan106 – Imbas dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif yang menelan kerugian daerah hingga ratusan miliar rupiah berujung pada perombakan tata kelola birokrasi. Sebanyak 307 di lingkungan Sekretariat dipindahkan secara massal ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memutus rantai kerja yang bermasalah.

, berencana melakukan langkah pembersihan denga. melakukan ratusan yang terdiri dari 163 Negeri Sipil (PNS), 85 dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta 59 PPPK Paruh Waktu.

“Pergeseran ini biasa bagi , yang luar biasanya dilakukan satu kantor. Ini murni untuk penyegaran, tidak ada niat macam-macam,” ujar , Senin (18/5/2026).

Proses pemindahan ini dieksekusi secara bertahap agar operasional dewan tidak lumpuh mendadak. Tahap pertama segera memindahkan 233 orang, sementara sisanya ditargetkan selesai paling lambat dalam dua bulan ke depan. Para tersebut akan disebar ke instansi teknis dan pelayanan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) , , hingga berbagai panti sosial di bawah Dinas Sosial .

Keputusan drastis ini diambil setelah temuan manipulasi anggaran perjalanan dinas di instansi tersebut terdeteksi terus berulang sejak tahun 2020. Evaluasi total dilakukan karena pelanggaran sistematis itu dinilai sudah menjadi pola.

“Temuan itu sudah berulang dan seperti mendarah daging. Kita tidak membenci orangnya, tapi kita tidak suka cara kerjanya. Karena terus terjadi tanpa ada rasa takut, maka perlu dilakukan penyegaran,” tegasnya.

Meski dipindahkan dari jabatan lamanya, para yang terbukti menerima aliran dana dari tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. Mereka tetap diwajibkan memulihkan kerugian daerah sesuai dengan porsinya masing-masing. telah mengatur regulasi baru untuk menarik kembali melalui skema pemotongan Tambahan Penghasilan (TPP) secara bertahap tanpa mengganggu gaji pokok.

“Kami sengaja memilih sanksi yang paling ringan. Kalau diproses tentu konsekuensinya jauh lebih berat. Kita juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan agar mereka tetap bisa hidup,” paparnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.