Kuantan Singingi — Gelombang desakan terhadap aparat penegak hukum (APH) kembali mencuat. Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) secara tegas meminta agar aparat segera menangkap seorang pria bernama Ronal, yang diduga kuat berperan sebagai penyedia lahan dalam aktivitas ilegal di wilayah Kecamatan Singingi Hilir.
Desakan tersebut disampaikan dalam aksi dan pernyataan sikap mahasiswa yang menilai bahwa praktik penyediaan lahan untuk aktivitas ilegal merupakan bagian dari mata rantai kejahatan yang tidak boleh dibiarkan. Mereka menegaskan, peran penyedia lahan sama krusialnya dengan pelaku utama di lapangan, sehingga harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu.
“Kami menduga kuat Ronal adalah aktor kunci di balik penyediaan lahan. Tanpa lahan, aktivitas ilegal tidak mungkin berjalan. Maka, APH harus berani bertindak tegas,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam keterangannya.
Mahasiswa juga menyoroti lemahnya penegakan hukum yang selama ini dinilai hanya menyasar pelaku lapangan, sementara pihak-pihak yang memiliki peran strategis seperti penyedia fasilitas dan jaringan pendukung justru luput dari jerat hukum. Kondisi ini, menurut mereka, berpotensi menciptakan ketidakadilan serta memperpanjang siklus pelanggaran hukum di wilayah tersebut.
Secara hukum, tindakan menyediakan lahan untuk kegiatan ilegal dapat dikategorikan sebagai bentuk penyertaan (deelneming) dalam tindak pidana, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam konteks ini, pihak yang membantu atau memfasilitasi dapat dikenakan sanksi pidana setara dengan pelaku utama, apabila terbukti memiliki peran aktif.
“Jika benar ada keterlibatan, maka tidak ada alasan bagi APH untuk ragu. Ini bukan hanya soal pelaku di lapangan, tapi juga aktor intelektual dan pendukungnya,” tegas mahasiswa lainnya.
Mahasiswa juga mendesak agar aparat melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik dugaan penyediaan lahan tersebut. Mereka menilai, penegakan hukum yang tegas dan menyeluruh menjadi kunci untuk memberikan efek jera serta memulihkan kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum Ronal maupun perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Namun, tekanan publik yang terus menguat diperkirakan akan menjadi ujian serius bagi komitmen aparat dalam menegakkan hukum secara adil dan tanpa tebang pilih.[]














































