Liputan106.com | Tanjung Jabung Barat Jambi Rapat penyelesaian PKS(Penanganan konflik penyelesaian) atas lahan KELOMPOK TANI MANDIRI DENGAN PT.TRI MITRA LESTARI , Pada Kamis kemarin ( 9 November 2023 ). Dipimpin oleh Asisten 1,H.Mulyadi,SPd.Mkes., Kaban Kesbangpol. Diandra Putra,S.STP.,MSi.( selaku moderator rapat ), perwakilan ATR – BPN Lisa Erianti, perwakilan Polres Tanjab Barat Kanit intelkam. Wildan,Kodim 0419 Tanjab perwakilan Dan Unit intel.Raflizar, Mashadi CN ( Direktur PT.TML ),Wiranto B.Manalu,Nurudin (Kelompok Tani Mandiri Purwodadi ) Turut juga hadir Pihak Kesbangpol Provinsi Jambi, Rapat berlangsung di gedung Pola milik Pemda Tanjab Barat .
Saat di lansir Oleh Tim Media ini, wiranto ( Tim pendamping Kelompok tani mandiri ) mengatakan”kami sangat kecewa akan kesepakatan yang dijaminkan camat tebing tinggi, Ardiansyah,Se. Lagi – lagi kami kecewa karena jelas di kesepakatan di waktu aksi damai kemarin , Bahwa rapat yang di fasilitasi pemda yang akan dipimpin langsung pak Bupati Anwar Sadat, Tapi kenyataan dilapangan berbeda, Bagaimana perasaan kami yang berjuang untuk masyarakat tebing tinggi, yang telah di zolimi selama 30 tahun lamanya oleh PT.Tri Mitra Lestari.”
Saat rapat di gedung pola yang di fasilitasi Pemkab Tanjung Jabung Barat. Terkait penyelesaian masalah konflik antara kelompok tani mandiri dan PT.TML di mulai sempat saat bersitegang, Dan akhirnya bisa berlanjut hingga selesai, karena perwakilan kelompok tani mandiri mengungkapkan mengecewakan dan yang hadir disaat rapat tersebut,banyak yang di wakilkan,bukan yang pengambil kebijakan yang hadir untuk masyarakat yang mencari keadilan.
Manajemen PT. TML, yang hadir disaat rapat Mashadi Cakra Negara selaku Direktur,menyatakan bahwa “masalah ini dibawa ke ranah hukum saja yang mempunyai kekuatan mengikat, karena kami menganggap ini sudah final dengan penyelesaian 5 desa kemarin,karena klaim wilayah sama mengungkapkannya”
Saudara Nurudin sebagai penerima kuasa Kelompok Tani Mandiri Menegaskan bahwa penyelesaian yang disampaikan oleh direktur PT.TML itu tidak berdasar, karena penyelesaian yang kemarin itu bukan dengan pengurus kelompok Tani Mandiri yang benar, Atau hanya oknum yang memanfaatkan ( PT.TML ). karena penyelesaian konflik 5 desa itu tidak disaksikan pemerintah Jangankan pemda, kades 5 desa aja Nggak tau penyelesaian itu, Apakah itu sah? papanya…
Disela skors istirahat yang dipimpin asisten 1 Mulyadi yang notabene baru dilantik 2 pekan yang lalu, kami coba untuk mewawancarai sdr, Nurdin beliau menyampaikan’ “kami akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan,dan tunggulah kejutan-kejutan yang akan kami lakukan,untuk melawan ke zholiman sejak 30 tahun lalu”tegasnya.
Pihak pemerintah akan selalu memfasilitasi apa yang menjadi hajat dan tuntutan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mandiri dengan di utusnya TIMDU ( Tim Terpadu ) oleh Bupati Tanjung Jabung Barat. (BI/Tim Liputan 106.Com)















































