Dia mengatakan apa yang dilakukan merupakan salah satu bentuk aksi kepedulian terhadap korban bencana alam baik banjir maupun longsor.
“Sejak hari pertama bencana alam di Pasaman Barat kota langsung turun ke lokasi terdampak. Membantu warga, evakuasi, membersihkan bekas banjir dan longsor dan juga menyerahkan bantuan sembako,” katanya.
Untuk saat ini, katanya, pihaknya fokus percepatan pendistribusian logistik ke warga terdampak bencana alam.
“Kerja sama dan koordinasi dengan jajaran Pemkab Pasaman Barat dan pihak terkait lainnya sangat penting dalam penanganan bencana ini,” sebutnya.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akibat longsor di Pasanggiang Kecamatan Talamau itu menyebabkan 11 unit rumah warga hancur dihantam longsor.
Menurut Sekretaris BPBD Gustrizal 11 unit rumah itu adalah milik Yusnani (61), Mardalemi (41), Ambasri (46), Darwis (73), Zulfatli (34), Ahmad Reza (41), Eti (63), Ozi Saiful Ikhwan (30), Zainal Abidin (46), Rismaliar (47) dan Al Amin (28).
“Bagi korban yang rumahnya hancur saat ini telah mengungsi ke tempat sanak saudaranya atau tetangga terdekat yang aman,” katanya.
Dia mengimbau kepada warga Pasanggiang agar tetap waspada dengan ancaman longsor susulan dan menghindari berada dekat perbukitan.(suwandi)











































