PEKANBARU,(Liputan106) — Terkait Pemberitaan sebelumnya, Dewan pimpinan pusat solidaritas peduli keadilan Nasional (DPP SPKN) menyoroti kegiatan Dinas Kesehatan Pemkab Pelalawan atas proyek Pengadaan alat Pengecekan Kesehatan Tahun Anggaran 2024.
Sekjen DPP SPKN, Frans Sibarani dalam rilisnya pada Selasa (2/4/26) menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2024, Pemkab Pelalawan melalui Dinas Kesehatan Pelalawan melakukan kegiatan pengadaan alat Pengecekan Kesehatan dengan nilai anggaran sebesar Rp4.765.132.100 dengan kontraktor pelaksana PT.Sintesa Inti Nusa,” terang Frans Sibarani.
Disebut, Dinas Kesehatan Pelalawan melakukan pengadaan alat Pengecekan Kesehatan pada tahun 2024 yang dilaksanakan PT Sintesa Inti Nusa dengan total nilai pengadaan sebesar Rp.4.765.132.100 berupa:
1. Paket Bundling Uric Acid Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet senilai Rp.1,499,400,100
2. Paket bundling cholesterol strip + alkohol swab + handscoon + blood Lancet Set 1,403,532,000
3. Paket Bundling Glucose Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet 1,862,200,000
Berdasarkan penelusuran Tim Investigasi diperoleh data dan informasi sebagai berikut:
– Bahwa Paket Bundling Uric Acid Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet ditemukan dengan perkiraan harga sekitar Rp.125.000 sampai dengan Rp.200.000 dengan isi 100 pcs.
– Bahwa Paket Bundling Cholesterol Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet ditemukan dengan harga Rp.Rp.150.000 sampai dengan Rp.250.000 dengan isi 100 pcs.
– Bahwa Paket Bundling Glucose Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet ditemukan dengan harga Rp. 250.000 sampai dengan Rp.500.000 dengan isi 100 pcs.
– Berdasarkan perhitungan sementara jika pembelian Paket Bundling Glucose Strip + Alkohol Swab + Handscoon + Blood Lancet dengan nilai total Rp.1,862,200,000 maka diperoleh sebanyak 3.700 Paket dengan isi sebanyan 37.000 pcs alat.
– Bahwa menurut informasi yang diperoleh pengadaan alat kesehatan ini digunakan untuk cek kesehatan anggota KPPS Kabupaten Pelalawan pada pemilu Tahun 2024.
– Bahwa diketahui terdapat sebanyak 7.650 petugas yang terpilih pada Pemilu 2024 yang tersebar di seluruh Kecamatan di kabupaten Pelalawan.
dari Uraian diatas dapat kami Simpulkan
1. Terdapat Mark-Up Harga dan Volume pada pengadaan Alat kesehatan tahun anggaran 2024, hal ini diketahui dari pengecekan harga melalui marketplace maupun toko Alat Kesehatan di Pekanbaru.
2. Bahwa jumlah volume Pengadaan dianggap terlalu besar mengingat anggota KPPS yang mendaftar dan melakukan pengecekan tidak sampai 10.000 petugas untuk Kabupaten Pelalawan. Sementara itu pengadaan alat cek kesehatan mencapai 37.000 pcs, sehingga dapat dianggap sebagai pemborosan sehingga menimbulkan kerugian negara.
Frans sampaikan adanya dugaan korupsi yang kami sampaikan, maka untuk itu kami tim DPP SPKN segera buat laporan dan menghimbau seluruh wartawan dan LSM/aktivis yang ada di Riau mari observasi kegiatan ini hingga mendapatkan adanya titik terang.
Menanggapi temuan yang disampaikan rekan mitra kita dari DPP SPKN, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pelalawan, H. Asril K, SKM, M.Kes saat konfirmasi menjelaskan, pengadaan alat Pengecekan Kesehatan pada tahun 2024 telah dilaksanakan sesuai mekanismenya.
“Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai mekanismenya, bahkan BPK dan Inspektorat telah melakukan pemeriksaan pada kegiatan tersebut, hasilnya sesuai dan tidak ada permasalahan,” sebutnya. Sabtu (4/4/26).
Pengadaan alat kesehatan ini digunakan untuk Program prioritas nasional kesehatan lansia di Indonesia, bukan untuk cek kesehatan anggota KPPS, bertujuan untuk mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif melalui pendekatan pelayanan komprehensif (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif).
Fokus utama meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan geriatri terpadu di Puskesmas/Rumah Sakit, serta penguatan pendampingan lansia di masyarakat (Posyandu Lansia/Home Care).
Berdasarkan isu nasional 2025, pemerintah memprioritaskan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes, kanker) pada kelompok lansia.
Perawatan Jangka Panjang (PJP), Fokus pada pendampingan lansia yang membutuhkan bantuan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari akibat keterbatasan fisik maupun mental.
Dinas Kesetahan Pelalawan sangat memprioritaskan kesehatan para lansia saat pemilu 2024, semua data lansia yang masuk ke kita langsung kita respon dan tamgani semaksimal mungkin.
Kemudian untuk kegiatan pengadaan yang dianggap ada Mark-up harga, dikatakan nya, Pengadaan alat kesehatan ini masuk dalam E-Katalog, anggarannya dibulatkan keseluruhan bukan dirinci satu persatu,” jelas Asril.
Kemudian ditambahkannya, “jika ada kekeliruan dari rekan-rekan atau pun temuan yang sifatnya merugikan negara, kita siap untuk menjelaskan dan meluruskan agar tidak lagi terjadi salah paham,” terangnya.
Alhamdulillah, sampai saat ini dinas kesehatan Pelalawan akan terus berupaya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan sesuai mekanisme yang berlaku, jika ada temuan dilapangan terkait dinas kesehatan Pelalawan yang kiranya salah, saya siap memberi jawaban dan meluruskan agar tidak ada lagi kesalahan kedepannya,” tutupnya. (SW)













































