SENTAJO RAYA- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sungai Lintang di Kecamatan Sentajo Raya tetap masuk agenda pembangunan tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, guna menepis kekhawatiran warga yang sempat beredar mengenai kemungkinan dihentikannya proyek tersebut.
Penjelasan itu disampaikan Muklisin ketika menghadiri kegiatan Safari Ramadan pemerintah daerah yang berlangsung di Masjid Ar Ridho, Desa Geringging Baru, Kamis malam. Dalam pertemuan yang dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, kepala desa, serta masyarakat setempat tersebut, ia menegaskan bahwa akses penghubung di Sungai Lintang memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah memandang keberadaan jembatan tersebut sebagai salah satu infrastruktur penting yang menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga di kawasan Sentajo Raya dan sekitarnya.
Jalur tersebut selama ini menjadi penghubung bagi sejumlah wilayah, termasuk Teratak Air Hitam dan Sentajo Raya menuju pusat pemerintahan di Teluk Kuantan. Selain digunakan untuk mobilitas warga, jalur ini juga dimanfaatkan sebagai akses distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan masyarakat.
Dalam perencanaan pembangunan wilayah, keberadaan jembatan memiliki fungsi penting dalam memperkuat konektivitas antar daerah. Infrastruktur penghubung seperti ini dinilai mampu mempercepat pergerakan barang dan orang, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Kondisi jembatan yang ada sebelumnya diketahui mengalami kerusakan sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Kerusakan tersebut diperparah oleh kendaraan bertonase besar yang masih melintas di jalur tersebut, meskipun telah ada pembatasan dari pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas Camat Sentajo Raya, Wandy Gunawan, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa masyarakat berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera direalisasikan karena merupakan jalur transportasi utama bagi warga.
Muklisin menyatakan pemerintah daerah memahami kondisi tersebut. Ia bahkan mengaku cukup familiar dengan jalur tersebut karena kerap melintasinya ketika menuju kediamannya di Desa Hulu Teso, Kecamatan Logas Tanah Darat.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut agar akses transportasi masyarakat kembali lancar dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, sejumlah pembatas jalan yang dipasang untuk melindungi kondisi infrastruktur kerap dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga infrastruktur yang ada serta mengawasi kendaraan bertonase besar agar tidak melintas di jalur yang tidak sesuai peruntukannya.
Dengan adanya kepastian dari pemerintah daerah tersebut, masyarakat Sentajo Raya diharapkan tidak lagi khawatir terhadap kelanjutan pembangunan Jembatan Sungai Lintang, yang selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.













































